• 4

    Mar

    Berhenti di Perempatan Jalan

    Memang kendaraan umum memiliki hak untuk berhenti di jalan, bahkan pengemudi kendaraan lain yang berada di belakang kendaraan bermotor umum yang sedang berhenti menurunkan dan/atau menaikkan wajib menghentikan kendaraannya sementara. Namun bukan berarti kendaraan umum bisa berhenti di sembarang tempat walaupun dalam trayeknya. Kita sering melihat di perempatan atau simpang jalan banyak kendaraan umum yang berhenti di dekat perempatan. Kendaraan umum dilarang berhenti pada tempat tertentu yang dapat membahayakan keamanan, keselamatan serta mengganggu ketertiban dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan. Memang kesalahan belum tentu sepihak pada pengemudi kendaraan umum, karena selama ini yang terjadi adalah calon penumpang yang menunggu di pinggir jalan dekat perempatan jalan. Oleh kar
  • 30

    Jan

    Berhenti dan Parkir

    Terminologi berhenti dan parkir menurut UU Nomor 22 Tahun 2009 kelihatan agak tipis bedanya. Menurut pasal 1 butir 15 parkir adalah keadaan kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat dan ditinggalkan pengemudinya, sedangkan berhenti adalah keadaan kendaraan tidak bergerak untuk sementara dan tidak ditinggalkan pengemudinya (butir 16). Kalau kita cermati menurut bahasa hukum bedanya adalah pada dua hal (1) perbedaan saat atau lama kendaraan tidak bergerak, dan (2) pengemudi meninggalkan kendaraan atau tidak. Persoalan akan muncul jika kita cermati foto di bawah ini. Becak berada tepat di bawah rambu larangan parkir. Pengemudi alias tukang becak tidak meninggalkan kendaraannya, apakah termasuk kategori parkir? Kita tidak tahu apakah tukang becak itu sudah paham betul denga
  • 29

    Jan

    Menaikkan Penumpang di Tikungan Jalan

    Menurut ketentuan pasal 116 ayat 2 UU nomor 22 Tahun 2009 pengemudi harus memperlambat jalan kendaraan jika akan melewati kendaraan bermotor umum yang akan menaikkan atau menurunkan penumpang. Artinya berdasarkan undang-undang pengguna jalan lain memang wajib untuk memberi hak kepada kendaraan umum yang akan menaikkan atau menurunkan penumpang. Namun demikian pengemudi kendaraan umum juga tidak boleh menaikkan atau menurunkan penumpang di sembarang tempat. Bahkan pada pasal 119 ayat (2) disebutkan bahwa pengemudi kendaraan yang berada di belakang kendaraan bermotor umum atau mobil bus sekolah yang sedang berhenti wajib menghentikan kendaraannya sementara. Taxi termasuk kategori kendaraan umum bukan trayek sehingga bisa menaikkan penumpang di luar halte, namun demikian dalam menaikkan penu
-

Author

Follow Me