• 5

    Oct

    Diperintah Belok Kiri Jalan Terus, Tapi Jalan Sempit

    Berdasarkan aturan yang berlaku (UU nomor nomor 22 Tahun 2009 pasal 112 ayat 3) pada setiap persimpangan yang ada lampu APILL normalnya belok kiri dilarang jalan terus jika lampu APILL menyala merah. Namun demikian pada beberapa persimpangan diberi rambu petunjuk baik berupa tulisan maupun lampu APILL yang membolehkan belok kiri jalan terus. Seperti yang terjadi pada simpang empat Jalan Ipda Tut Harsono dan Jalan Melati Wetan Yogyakarta, dari arah Jalan Ipda Tut Harsono ke utara jika lampu menyala merah ada nyala lampu panah ke kiri warna hijau. Hal ini memberikan perintah kepada pengendara untuk belok kiri jalan terus masuk ke Jalan Melati Wetan walaupun lampu APILL menyala merah. Namun persoalan menjadi lain karena ruas jalan tidak lebar, sehingga tidak cukup ruang kendaraan apalagi rod
  • 24

    Sep

    Pelanggaran Berjamaah Larangan Putar Balik

    Yogyakarta (24/09) Istilah berjamaah dalam artian negatif tidak hanya digunakan pada korupsi (korupsi berjamaah), namun dalam praktek berlalu lintas di jalan juga terjadi pelanggaran berjamaah. Tengok saja di Jalan Solo Yogyakarta tepatnya sebelah barat Hotel Aquilla Yogyakarta terdapat larangan putar balik, namun tiap hari terjadi pelanggaran berjamaah di sana. Berjamaah, karena pelanggaran dilakukan bersama-sama oleh sejumlah pengendara. Pada awalnya di lokasi tersebut tidak ada larangan putar balik, namun karena sering terjadi kemacetan dan kecelakaan maka larangan putar balik diberlakukan. Terjadinya kemacetan dan kecelakaan karena area putar balik sangat dekat dengan simpang tiga, hanya 15 meter saja. Sehingga pengendara yang berasal dari sebelah utara (Jl KH Muhdi) yang akan menuju
  • 15

    Sep

    Perubahan Aturan Belok Kiri Jalan Terus, Pengendara Masih Bingung

    Bandung (15/09) Walaupun aturan belok kiri pada persimpangan jalan dilarang langsung berbelok kiri sudah diberlakukan sejak tahun 2009, namun sebagian besar masyarakat Indonesia masih belum memahami. Pada prakteknya masih banyak yang pengemudi yang belok kiri langsung ketika lampu alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) berwarna merah. Keadaan ini karena aturan belok kiri jalan terus beberapa kali telah mengalami perubahan. Berdasarkan Undang Undang Nomor 14 Tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993 pasal 59 ayat (3) dinyatakan bahwa pengemudi dapat langsung belok ke kiri pada setiap persimpangan jalan, kecuali ditentukan lain oleh rambu-rambu atau alat pemberi isyarat lalu lintas pengatur belok kiri’. Artinya, pada semua persimpangan yang dilengkapi lampu
  • 13

    Sep

    Bertindak Benar Berbuah Kemarahan

    Yogyakarta (13/09) Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan nomor 22 Tahun 2009 pasal 112 ayat (3) menyatakan bahwa pada persimpangan jalan yang dilengkapi alat pemberi isyarat lalu lintas, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh rambu lalu lintas atau alat pemberi isyarat lalu lintas (APPILL). Artinya, jika tidak ada rambu lain maka secara default di setiap persimpangan yang ada lampu APILL dilarang belok kiri langsung ketika lampu APILL berwarna merah. Pengemudi bisa belok kiri langsung jika ada rambu atau petunjuk yang membolehkan belok kiri jalan terus atau ada lampu anak panah ke kiri warna hijau walau ke arah lurus lampu APILL berwarna merah. Seminggu yang lalu, saya berkendara di simpang tiga Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogy
  • 6

    Sep

    Rafles yang Mengubah Sistem Mengemudi Jalur Kiri di Indonesia

    Yogyakarta (06/09) Indonesia yang merupakan bekas jajahan Belanda berabad-abad lamanya semestinya dalam peraturan lalu lintas mengikuti jalur kanan, seperti di Belanda dan sebagian negara Eropa daratan lainnya. Bahkan sejak mitos jalur Daendles dibuat, lalu lintas di Hindia Belanda menggunakan jalur kanan. Tapi mengapa Indonesia kini menganut sistem mengemudi jalur kiri. Sejak kapan? Inggris mengambil alih jajahan Belanda ketika Belanda diduduki oleh Napoleon Bonaparte dari Perancis, Thomas Stamford Rafles diangkat menjadi Letnan Gubernur Jawa pada tahun 1811, kemudian dipromosikan menjadi Guberner Sumatra tidak lama kemudian. Ketika menjabat sebagai penguasa Hindia-Belanda, Raffles mengusahakan banyak hal: beliau mengintroduksi otonomi terbatas, menghentikan perdagang

Author

Follow Me