• 4

    Aug

    Jangan Mengalah di Jalan Raya?

    Sudah menjadi kebiasaan pengendara motor di Indonesia kurang memperhatikan keselamatan diri dan orang lain di jalan raya. Saling serobot dan tergesa-gesa di jalan raya sudah menjadi budaya. Lihat saja pengendara wanita ini keluar dari Gang Guru hendak memotong Jalan Affandi, Gejayan Yogyakarta padahal dari arah sebelah kanannya tengah melaju motor dalam kecepatan yang lumayan tinggi. Sontak saja dia kaget, dan untung masih bisa menginjak rem dan menghentikan motornya. Seharusnya dia berhenti dulu di ujung gang sebelum masuk median jalan raya, tidak lupa menyalakan lampu sein ke kanan sembari memperhatikan keadaan keramaian jalan. Karena dia berasal dari gang dan hendak memotong jalan besar, maka etikanya dia yang mengalah menunggu keadaan memungkinkan untuk memotong jalan. Ketika penggun
  • 11

    Jun

    Eco Riding

    Eco riding adalah mengendarai kendaraan bermotor yang menghemat bahan bakar minyak (BBM) dan ekonomis. Inilah beberapa tips eco riding. Pertama, perhatikan tekanan ban sesuai dengan petunjuk pabrikan. Tekanan ban yang kurang akan menyebabkan beban kendaraan semakin berat sehingga pemakaian BBM akan boros. Karena itulah baca manual untuk mendapatkan informasi tekanan ban yang disarankan pabrikan. Kedua, ketika menyalakan motor jangan mainkan tuas gas. Biarkan gas stasioner. Motor yang baru dihidupkan pelumas belum menyebar ke seluruh bagian mesin sehingga jika digeber gasnya akan menyebabkan cepatnya keausan mesin. Memanaskan motor cukup 3 sampai 5 menit. Ketiga, pengisian BBM yang baik adalah pagi hari karena berat jenis sesungguhnya BBM ada pada suhu di pagi hari. Di samping itu di pagi
  • 29

    May

    Sikap Pengendara yang Arogan dan Tidak Beradab

    Pagi itu (24/05/2012) saya menaiki sepeda motor menuju ke LPP Garden Hotel Yogyakarta di kawasan Ambarukmo. Selepas dari Hotel Royal Ambarukmo gas motor saya turunkan karena akan belok kiri dan tak lupa menyalakan lampu sign kiri. Begitu masuk jalan kecil saya kemudian menyalakan lampu sign kanan dan siap-siap mengambil lajur tengah karena di depan sudah akan memasuki gerbang LPP Garden Hotel Yogyakarta sambil saya menengok kaca spion. Melalui kaca spion saya melihat motor matic yang dikendarai pria mulai masuk ke jalan kecil dan memacu gas. Jarak masih cukup jauh dan kendaraan saya sudah berada di tengah, lampu sign sudah menyala. Namun tiba-tiba pemotor itu memainkan gas sehingga meraung-raung seakan-akan marah pada saya karena saya akan memotong jalan. Duh, seperti inikah sikap penge
  • 4

    Mar

    Beretika di Jalan Raya Versus Tuntutan Ekonomi

    Sepeda motor sesuai peruntukannya adalah untuk mengangkut orang, bukan sebagai pengangkut barang. Berbeda halnya dengan sepeda motor yang sudah dimodifikasi menjadi pengangkut barang. Namun demikian ketika orang hendak mengais rejeki dan memiliki keterbatasan dalam menyediakan alat angkutan, maka jadilah sepeda motor sebagai pengangkut barang dengan diberi kerombong (Bahasa Jawa) yang diletakkan di jok belakang. Seperti nampak pada foto di bawah ini. Barang yang diangkut dan dimasukkan ke kerombong berupa bekas besi cor bangunan, dan ada pembonceng di belakang pengemudi sepeda motor. Jika terjadi kecelakaan atau jatuh besi cor dapat membahayakan pembonceng atau pengguna jalan lainnya. Semestinya bekas besi cor tidak diangkut dengan cara seperti ini. Untuk lebih amannya besi cor ditutup
  • 3

    Feb

    Mau Belok Kanan? Jangan Ambil dari Lajur Kiri!

    Kejadian seperti di dalam foto ini masih sering terjadi di jalan raya. Jika akan berbelok kanan masih menggunakan lajur tengah atau kiri akan mengganggu pengendara lainnya, terutama yang berada di lajurnya karena harus menunggu lebih lama disebabkan kendaraan tersebut harus antre atau memperlambat laju kendaraan untuk berbelok. Alangkah baiknya jika akan belok ke kanan sebelum berbelok mengambil dulu lajur kanan.

Author

Follow Me