• 4

    Mar

    Berhenti di Perempatan Jalan

    Memang kendaraan umum memiliki hak untuk berhenti di jalan, bahkan pengemudi kendaraan lain yang berada di belakang kendaraan bermotor umum yang sedang berhenti menurunkan dan/atau menaikkan wajib menghentikan kendaraannya sementara. Namun bukan berarti kendaraan umum bisa berhenti di sembarang tempat walaupun dalam trayeknya. Kita sering melihat di perempatan atau simpang jalan banyak kendaraan umum yang berhenti di dekat perempatan. Kendaraan umum dilarang berhenti pada tempat tertentu yang dapat membahayakan keamanan, keselamatan serta mengganggu ketertiban dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan. Memang kesalahan belum tentu sepihak pada pengemudi kendaraan umum, karena selama ini yang terjadi adalah calon penumpang yang menunggu di pinggir jalan dekat perempatan jalan. Oleh kar
  • 2

    Jan

    Meludah Saat Naik Motor

    Yogyakarta (31/12) Kata orang, bangsa Indonesia memiliki kebudayaan dan peradaban yang tinggi. Benarkah? Saya pikir kita harus mengevaluasi ulang anggapan itu. Bangsa yang berbudaya pasti juga beradab. Adab meliputi juga aspek sopan santun atau perilaku layak atau tidak. Salah satu contoh kecil adalah perilaku meludah. Secara umum adab meludah tidak boleh di sembarang tempat. Misalnya kita tidak akan meludah di lantai kamar atau ruangan. Biasanya kita akan meludah di kamar kecil atau di kamar mandi. Itu pun setelahnya kita wajib menyiram dengan air. Agar ludah tidak dilihat atau terinjak orang lain. Pagi itu, saya mengendara sepeda motor di jalan Timoho Yoyakarta dan disalib pengendara lain. Setelah berjarak sekitar lima meter di depan saya sekonyong-konyong pengendara itu meludah di teng
  • 5

    Oct

    Diperintah Belok Kiri Jalan Terus, Tapi Jalan Sempit

    Berdasarkan aturan yang berlaku (UU nomor nomor 22 Tahun 2009 pasal 112 ayat 3) pada setiap persimpangan yang ada lampu APILL normalnya belok kiri dilarang jalan terus jika lampu APILL menyala merah. Namun demikian pada beberapa persimpangan diberi rambu petunjuk baik berupa tulisan maupun lampu APILL yang membolehkan belok kiri jalan terus. Seperti yang terjadi pada simpang empat Jalan Ipda Tut Harsono dan Jalan Melati Wetan Yogyakarta, dari arah Jalan Ipda Tut Harsono ke utara jika lampu menyala merah ada nyala lampu panah ke kiri warna hijau. Hal ini memberikan perintah kepada pengendara untuk belok kiri jalan terus masuk ke Jalan Melati Wetan walaupun lampu APILL menyala merah. Namun persoalan menjadi lain karena ruas jalan tidak lebar, sehingga tidak cukup ruang kendaraan apalagi rod
  • 25

    Aug

    Saling Serobot Bukan Perilaku Beradab di Jalan Raya

    Yogyakarta (25/08) Walaupun di tengah suasana bulan Ramadhan, sikap sabar masih jauh panggang dari api. Latihan sabar selama menjalankan ibadah puasa nampaknya tidak bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Lihat saja perilaku pengendara selama arus mudik masih jauh dari sabar, karena tidak sabar maka saling serobot lajur masih menjadi pemandangan yang biasa. Jalur jalan raya nasional minimal terdiri dari dua lajur, lajur kanan untuk kendaraan yang lebih cepat sedang lajur kiri untuk kendaraan yang lambat termasuk sepeda motor. Namun ketika memasuki simpang empat biasanya ketentuan tersebut diabaikan, karenanya dua lajur dipenuhi untuk kendaraan roda empat sehingga sepeda motor menjadi terdesak. Kondisi tersebut sebenarnya tidak menjadi masalah selama sepeda motor tetap diberi
  • 10

    Aug

    Lalu-lintas di Yogya Masih (Lumayan) Nyaman

    Bulan lalu (Juli 2012) saya seminggu di Jakarta mengemudi sendiri menjelajah jalan-jalan ibukota. Kesan yang saya peroleh, situasi lalu lintas semakin semrawut. Di Jakarta mayoritas pengendara roda dua tidak mentaati rambu-rambu lalu lintas, bahkan etika berlalu-lintas. Kepatuhan terhadap rambu-rambu dan peraturan lalu lintas menjadi barang langka. Saling menyerobot menjadi pemandangan biasa, tidak hanya oleh pemotor tapi juga pengendara roda empat atau lebih. Alhamdulillah, saya masih bisa menyaksikan pemandangan yang nyaman dan merasakan kenyamanan berkendara di kotaku, Yogyakarta. Namun kini, pada ruas jalan tertentu dan pada jam berangkat dan pulang kantor sudah dihinggapi penyakit kemacetan. Seiring dengan semakin padatnya jalan, penyakit dan virus arogansi pengendara dari Jakarta s
- Next

Author

Follow Me