Bus Mengambil Lajur yang Salah, Polisi Cuek Saja

19 Jan 2013

f821550326e27fada013bab51a7a4969_pos-polisi-kartasuraYogyakarta (19/01) Dua minggu yang lalu (06/01) pukul 09.10 pagi, saya melalui Kartasura dalam perjalanan ke Blora. Sesampai di perempatan Kartasura, saya ingin belok kiri ke arah Donohudan. Di bawah lampu APILL ada tulisan belok kiri jalan terus, namun di depan ada bus umum yang berhenti karena lampu APILL menyala merah. Tentu saja kendaraan saya tidak bisa berbelok ke kiri. Karena tidak menyalakan lampu sein ke kiri, maka saya beranggapan bus tersebut akan jalan lurus. Tapi bus tersebut mengambil lajur yang diperuntukan bagi kendaraan yang akan belok kiri. Sudah membunyikan klakson, tetap saja bus tidak beranjak karena memang akan lurus, sementara lampu menyala merah.

Di ujung seberang ada Pos Polisi, saya heran kenapa bus tersebut tetap nekad berhenti di lajur yang salah dan menghambat kendaraan yang akan belok kiri jalan terus. Wah, sopir bus itu sudah tidak takut lagi dengan polisi. Atau barangkali selama ini tidak ada penindakan sehingga sopir bus umum tersebut tenang-tenang saja melakukan kesalahan.

Setelah lampu APILL berwarna hijau baru bus tersebut bergerak maju lurus menyeberang perempatan, barulah saya bisa berbelok ke kiri dengan dongkol.
Sesuai sebuah urusan di dekat Swalayan Luwes, maka saya berbalik arah dan menuju perempatan itu lagi. Saya akan melanjutkan ke arah kota Solo, sehingga di perempatan tadi berbelok ke kiri. Menjelang perempatan kendaraan terhenti karena terhalang bus pariwisata. Saya pikir dari arah utara tidak ada rambu petunjuk boleh belok kiri jalan terus, sehingga ketika lampu APILL menyala merah wajib berhenti.

Setelah lampu APILL berwarna hijau, bus pariwisata yang besar itu bergerak menyeberang dan belok kanan ke arah Yogyakarta/Semarang. Sepintas saya lihat ada rambu petunjuk boleh belok kiri jalan terus. Rambu tersebut tadi terhalang oleh bus pariwisata, sehingga saya nyantai saja menunggu lampu hijau. Ketika belok kiri, perasaan semakin dongkol karena di ujung perempatan terlihat ada dua orang polisi berada di Pos Polisi dan diam saja dengan kejadian tersebut.

Seharusnya polisi menegur sopir bus harus belok kiri karena berada di lajur paling kiri yang diperuntukkan bagi kendaraan yang belok kiri walau lampu APILL menyala merah, karena ada rambu pengecualian. Sudah seharusnya polisi menilang, karena ternyata bus belok kanan. Hal itu dapat membahayakan pengendara lain, terutama yang akan berjalan lurus. Berarti bus tersebut memotong lajur.

Ketika polisi cuek, maka jangan diharap slogan tertib lalu lintas dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan menjadi kenyataan. Itu hanya akan menjadi slogan semata!

Kenyataan bahwa dua bus melakukan perbuatan kesalahan yang sama di dekat Pos Polisi, dan mengulangi terus, menunjukkan selama ini dilakukan pembiaran oleh Polisi. Coba kalau ditegakkan aturan pasti para sopir bus itu takut melakukan kesalahan itu.


TAGS belok kiri lampu APILL lajur jalan polisi polisi cuek


-

Author

Follow Me