Meludah Saat Naik Motor

2 Jan 2013

b660657368cffb1b55a78354f37c53f4_no-spittingYogyakarta (31/12) Kata orang, bangsa Indonesia memiliki kebudayaan dan peradaban yang tinggi. Benarkah? Saya pikir kita harus mengevaluasi ulang anggapan itu. Bangsa yang berbudaya pasti juga beradab. Adab meliputi juga aspek sopan santun atau perilaku layak atau tidak. Salah satu contoh kecil adalah perilaku meludah.

Secara umum adab meludah tidak boleh di sembarang tempat. Misalnya kita tidak akan meludah di lantai kamar atau ruangan. Biasanya kita akan meludah di kamar kecil atau di kamar mandi. Itu pun setelahnya kita wajib menyiram dengan air. Agar ludah tidak dilihat atau terinjak orang lain.

Pagi itu, saya mengendara sepeda motor di jalan Timoho Yoyakarta dan disalib pengendara lain. Setelah berjarak sekitar lima meter di depan saya sekonyong-konyong pengendara itu meludah di tengah laju motornya. Kontan saja ada cairan kental yang menempel di kaca helm saya, dan mungkin di bagian jaket saya. Jijik rasanya. Untung saya menggunakan helm dengan penutup kaca, kalau tidak pasti ludah orang itu sudah menempel di muka saya. Spontan saya hanya bisa membunyikan klakson berkali-kali. Eh, motornya malah semakin kencang.

Masih untung yang terkena cipratan ludah adalah saya. Coba kalau preman atau anggota geng motor pasti sudah terjadi keributan. Dari hal sepele seperti inilah nampaknya friksi antar kelompok masyarakat bisa terpicu.

Karena itulah, saya wajib mengedukasi masyarakat atau pengendara motor agar tidak meludah sembarangan di jalan. Jika anda terpaksa harus meludah, berhentilah sejenak di pinggir jalan. Itu lebih beradab dan berbudaya.


TAGS meludah naik motor meludah sembarangan


-

Author

Follow Me