Rambu Primitif

26 Dec 2012

Yogyakarta (26/12) Untuk memberikan petunjuk kepada pengendara agar tidak melampaui batas kecepatan yang diijinkan, maka digunakan rambu-rambu sebagai berikut.

d414757032bb0582158769025d3c182b_batas-kec

Artinya, pengendara hanya boleh mengendara dengan kecepatan maksimal 30 km/jam. Namun ternyata kesadaran pengendara masih lemah, ketika memasuki kawasan pemukiman masih banyak yang memacu kendaraan dengan kecepatan yang tinggi. Akhirnya di beberapa kawasan pemukiman, bahkan di jalan raya yang kanan kiri terdapat pemukiman dipasang polisi tidur, istilah yang sering digunakan untuk menyebut tanggul landai yang melintang di tengah jalan untuk memperlambat laju kendaraan.

8956ddcfcfcfdb9dda9f49ad80afebdf_polisi-tidur

Sebenarnya polisi tidur tersebut adalah rambu primitif bagi pengendara primitif. Jika pengendara memiliki peradaban saya kira tidak diperlukan polisi tidur. Pengendara yang beradab di jalan akan memacu kendaraan sesuai dengan batas kecepatan yang diperbolehkan.

Sebenarnya pembuatan polisi tidur tidak boleh semaunya, pertama harus ada ijin dari Dinas Perhubungan dan masyarakat tidak boleh membuat pada jalan primer atau jalan umum lainnya. Namun demikian pemasangan polisi tidur terpaksa dilakukan oleh masyarakat untuk memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan.

a6a1d93c72e5cf85e921da11fc2ef627_rambujalancembungDi beberapa tempat pembuatan polisi tidur kurang mengindahkan kenyamanan dan keamanan. Seharusnya pemasangan polisi tidur didahului oleh rambu peringatan tentang jalan tidak datar, dan dipasang pada penerangan yang cukup pada malam hari. Jika tidak cukup terlihat di malam hari, justru bisa membahayakan pengendara.

Di Indonesia, ketentuan yang mengatur tentang disain polisi tidur diatur oleh Keputusan Menteri Perhubungan No 3 Tahun 1994 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan, di mana sudut kemiringan adalah 15% dan tinggi maksimum tidak lebih dari 120 mm. Masih banyak polisi tidur yang tidak memenuhi kemiringan dan ketinggian maksimum, sehingga ketika pengendara lewat sangat tidak nyaman.

Pelanggaran terhadap ketentuan pembuatan polisi tidur bisa berakibat buruk bagi kesehatan pengendara yang lewat. Saat melintas maka beban dan berat tubuh bagian atas akan membuat stres signifikan pada struktur tubuh yang rendah di bagian punggung, terutama pada disk antara lumbalis kelima dan vertebra sakral pertama yang dikenal sebagai L5/S1 lumbosacral disc atau pengangkatan beban dengan berat beban tubuh bagian atas yang dapat menyebabkan adanya risiko cedera atau berisiko tinggi bagi para penderita osteoporosis.


TAGS rambu lalu-lintas rambu lalin polisi tidur


-

Author

Follow Me