Berapa Lagi yang Harus Meniggal Sia-sia Di Jalan Pada Musim Liburan Ini?

23 Dec 2012

f12f29282435434af6edd96cfdb38018_kecelakaan-tristarYogyakarta (23/12) Memasuki masa liburan akhir tahun kita disuguhi berita kecelakaan di berbagai tempat yang membawa korban jiwa tidak sedikit. Tercatat dari penyelidikan awal pihak kepolisian, kecelakaan disebabkan oleh faktor human error, di samping ada juga karena faktor teknis.

Kecelakaan di tol Cipularang km 101 arah Jakarta, bus Tris Star menabrak truk muatan pasir dari belakang yang menyebabkan tujuh orang tewas dan 14 lainnya luka-luka, disebabkan karena sopir bus mengantuk. Sementara itu di tempat lain, di perempatan Blok O Banguntapan Bantul, Yogyakarta seorang pengendara motor tewas diseruduk bus PO Safari Dharma Raya. Pengendara motor Honda Vario Eva Susanti mendadak masuk jalur cepat sehingga bus tidak sempat menghindar. Eva Susanti tewas seketika setelah dilindas oleh roda bus. Sementara Suprapmi yang membonceng hanya mengalami luka lecet.

Dua kasus kecelakaan tersebut disebabkan oleh faktor kesalahan manusia. Pada kasus kecelakaan Tri Star sopir bus memaksakan diri tetap mengemudi walau mengantuk, padahal menurut ketentuan setiap 4 jam perjalanan sopir harus melakukan istirahat. Pada perjalanan jarak jauh operator bus harus menyediakan sopir cadangan sebagai pengganti. Kecelakaan bisa dicegah jika sopir bus tetap menjaga kebugaran pada saat mengendara, dan tetap sadar pada setiap detik ketika mengendara. Satu detik saja lengah bisa menyebabkan celaka.

Pada kasus tewasnya Eva Susanti, pengendara Honda Vario, menurut saksi mata karena masuk jalur cepat secara mendadak. Padahal bus Safari Dharma Raya tidak begitu kencang, dalam kecepatan sedang. Kecelakaan terjadi di jalan lingkar luar timur Yogyakarta. Jalan terbagi menjadi jalur cepat dan jalur lambat. Pengendara sepeda motor hanya diperbolehkan berada pada jalur lambat, dilarang masuk jalur cepat. Kecuali jika akan memutar pada tempat yang disediakan.

Walaupun diperbolehkan masuk jalur cepat ketika hendak memutar, pengendara motor juga harus hati-hati dan harus menunggu sampai jalur benar-benar aman untuk dimasuki. Kita jangan berpikiran bahwa orang lain atau pengendara lain tahu jalan pikiran kita hendak kemana. Ketika kita masuk jalur cepat tanpa memperhatikan kendaraan lain akibatnya bisa fatal.

Pada hari yang sama, Sabtu 22/12 di turunan Sirau, Kemrajen ruas jalan Buntu menuju Banyumas terjadi kecelakaan karambol yang melibatkan dua bus, mobil boks dan truk troton. Kecelakaan disebabkan karena truk tronton yang dikemudikan Sugiyanto mengalami rem blong. Truk tronton membawa muatan komponen mesin PLTA Banjarnegara yang sangat berat sehingga ketika memasuki turunan Sirau rem tidak mampu menahan laju kendaraan.

Kecelakaan karambol tidak menyebabkan jatuhnya korban jiwa, namun Erik pengemudi mobil boks terjepit selama dua jam. Kabin mobil boks tertimpa mesin PLTA sehingga menyulitkan evakuasi Erik yang terjepit di dalam. Masih untung pengemudi mobil boks yang memuat roti itu masih selamat dan mengalami patah tulang.

Di beberapa daerah lainnya juga dilaporkan banyak terjadi kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa maupun luka-luka. Faktor pengemudi atau pengendara masih mendominasi penyebab kecelakaan. Berapa lagi yang harus meninggal sia-sia di jalan menjelang pergantian tahun ini??


TAGS kecelakaan cipularang. korban jiwa kecelakaan liburan akhir tahun


-

Author

Follow Me