Bertindak Benar Berbuah Kemarahan

13 Sep 2012

16c7fe018d96b5e0b48085fbd741809a_simpang-tiga-uin-015Yogyakarta (13/09) Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan nomor 22 Tahun 2009 pasal 112 ayat (3) menyatakan bahwa pada persimpangan jalan yang dilengkapi alat pemberi isyarat lalu lintas, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh rambu lalu lintas atau alat pemberi isyarat lalu lintas (APPILL).

9b234206736d80bec1a874402061f14d_belok-kiri-jalan-terusArtinya, jika tidak ada rambu lain maka secara default di setiap persimpangan yang ada lampu APILL dilarang belok kiri langsung ketika lampu APILL berwarna merah. Pengemudi bisa belok kiri langsung jika ada rambu atau petunjuk yang membolehkan belok kiri jalan terus atau ada lampu anak panah ke kiri warna hijau walau ke arah lurus lampu APILL berwarna merah.

Seminggu yang lalu, saya berkendara di simpang tiga Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dari arah selatan hendak ke kiri masuk Jalan Adisucipto. Ketika hendak berbelok lampu APILL berwarna merah dan saya berhenti karena tidak ada rambu lain yang membolehkan saya langsung belok kiri sebagaimana diatur dalam pasal 112 ayat (3) UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Namun apa yang terjadi? Hampir semua kendaraan di belakang saya membunyikan klakson sambil berteriak-teriak agar saya terus jalan belok kiri langsung. Sejenak saya berpikir untuk menggerakkan kendaraan belok kiri jalan. Suara klakson terus menggema, namun hal itu justru membuat saya tidak bergeming menekan pedal gas. Saya tetap pada posisi.

Ada perempuan menaiki motor sambil meraung-raungkan gas dan menyumpahi saya karena saya tidak belok kiri jalan terus. Dia tancap gas sambil ngepot didepan saya, dan saya lihat orang-orang lain di depan saya menampakkan raut muka marah pada saya.

Jadi siapa nih yang salah????


TAGS belok kiri ikuti lampu APILL belok kiri jalan terus


-

Author

Follow Me