Lalu-lintas di Yogya Masih (Lumayan) Nyaman

10 Aug 2012

33f7f4a34da5d2147f413a251ebb54b0_januari-2012-025Bulan lalu (Juli 2012) saya seminggu di Jakarta mengemudi sendiri menjelajah jalan-jalan ibukota. Kesan yang saya peroleh, situasi lalu lintas semakin semrawut. Di Jakarta mayoritas pengendara roda dua tidak mentaati rambu-rambu lalu lintas, bahkan etika berlalu-lintas. Kepatuhan terhadap rambu-rambu dan peraturan lalu lintas menjadi barang langka. Saling menyerobot menjadi pemandangan biasa, tidak hanya oleh pemotor tapi juga pengendara roda empat atau lebih.

9e6c4a4ad34230291b0880c15590f96c_januari-2012-033Alhamdulillah, saya masih bisa menyaksikan pemandangan yang nyaman dan merasakan kenyamanan berkendara di kotaku, Yogyakarta. Namun kini, pada ruas jalan tertentu dan pada jam berangkat dan pulang kantor sudah dihinggapi penyakit kemacetan.

aab6627fec7fffc869a97e1f774773ff_2012-03-05-008Seiring dengan semakin padatnya jalan, penyakit dan virus arogansi pengendara dari Jakarta sudah mulai merasuki pengendara di Yogyakarta. Namun kita masih bersyukur masih menjumpai pemandangan seperti tampak pada foto-foto di halaman ini, pengendara masih dengan tertib mematuhi rambu lalu lintas, baik ada petugas atau pun tidak.

Kita perhatikan sebagian besar pengendara di Yogyakarta mematuhi marka jalan dan tidak menyerobot lajur yang tidak diperuntukan, walau di pinggir atau di ujung jalan tidak ada polisi lalu lintas.


TAGS marka jalan Etika di Jalan Raya


-

Author

Follow Me